"Hubungan yang sehat bukan berarti bebas dari rasa cemburu atau kekhawatiran. Bahkan dalam hubungan yang terasa stabil sekalipun, kadang muncul momen kecil yang membuat hati sedikit goyah." "Bukan karena kepercayaan hilang, tetapi karena manusia memang tidak selalu bisa mengendalikan emosi yang datang tiba-tiba." Ada satu momen kecil dalam sebuah hubungan yang malah kadang terasa lebih besar dari yang sebenarnya. Bukan karena peristiwa itu wow - luar biasa, tapi karena emosi yang ikut menyertainya. Bayangkan, sebuah hubungan yang sebenarnya berjalan baik saja. Hari-hari juga dilalui dengan cukup tenang. Obrolan hangat dan manja pun terjadi seperti biasa. Perhatian masih terasa. Enggak ada tanda-tanda besar bahwa sesuatu sedang tidak beres. Lalu suatu hari, sebuah detail kecil muncul tanpa diduga, misal : Sebuah histori panggilan telepon. Durasi yang cukup lama. Terjadi di luar jam kerja. Dengan seorang rekan kantor. Atau... Permintaan rekan kerja pada pasangan kit...
Biasanya, saya cukup lihai menarik konsentrasi peserta bahkan setelah Ishoma, terutama jika ruangannya adem. Tapi kali ini, “berat, bo!” Hari dimana saya dalam perjalanan ke satu kota yang berjarak 3 jam dari Jakarta, saya sudah bisa membayangkan bahwa hadir sebagai Trainer dalam sebuah acara yang diadakan di sebuah aula atau balai desa di satu wilayah, akan memerlukan effort dua kali lebih banyak. Selain karena pengaruh suhu udara, biasanya aula/ balai itu hanya tersedia kipas, sudah dipastikan akan sumuk, konsentrasi peserta akan terpecah, dan butuh energi double karena volume suara perlu lebih keras, meski tersedia portable sound (yang juga apa adanya). Dan yes, kali ini semua itu terjadi lagi. Setibanya di stasiun, cuaca sudah cukup panas. Meskipun sempat nyasar dan tanpa penjemputan (untung ada taksi online!), saya tiba di lokasi 30 menit kemudian. Penyelenggara pasti tidak akan kesulitan dengan saya, karena saya bukan tipe trainer yang manja. Dijemput oke, jalan sendiri ...