Belakangan ini, ada satu hal yang terus mengendap dalam pikiran saya. Bukan karena berita yang ada aja gebrakannya setiap hari. Bukan juga karena lihat angka-angka ekonomi, dollar, bbm naik, dan pejabat kita yang makin hari makin astagfirullah, tetapi juga karena mendengar cerita dari orang-orang di sekitar yang boleh jadi ini juga relate dengan kehidupan teman sekalian Cerita-cerita yang awalnya terdengar biasa saja, atau percakapan di grup pertemanan yang saling bertanya kabar melalui pesan singkat, semua itu bisa saja memicu kondisi yang memengaruhi emosi. Semakin sering mendengarnya, saya mulai menyadari satu pola yang sama. Faktanya, banyak orang yang sedang menghadapi masa yang nggak mudah. Ada yang sedang mencari peluang baru. Ada yang sedang berusaha mempertahankan apa yang sudah dimiliki. Ada yang kehilangan. Ada juga yang harus menunda rencana-rencana yang sebelumnya sudah disusun dengan matang. Bahkan, ada yang nggak tahu harus ngapain. :( Tapi hebatnya, sebagian besar dari ...
Beberapa waktu lalu, tepatnya di tanggal 16 Oktober 2025, saya berdiri di atas sebuah panggung untuk menerima penghargaan sebagai Pegiat Literasi Digital Anti-Hoax dalam ajang Anugerah Perempuan Hebat 2025 - Liputan6.com Dokumentasi foto : Liputan6.com Jujur, sampai hari ini saya masih merasa penghargaan itu bukan tentang saya seorang. Karena saat nama saya dipanggil, yang terlintas di kepala justru bukan pencapaian atau prestasi. Yang muncul adalah potongan-potongan perjalanan yang sudah saya lalui selama bertahun-tahun, tentang perjalanan diskusi dan setiap pertemuan kecil yang pernah saya hadiri. Tentang perjalanan menjadi narasumber dari satu kota ke kota lainnya. Saya juga teringat ribuan peserta yang pernah saya temui, dari ibu rumah tangga, guru, mahasiswa, pelaku UMKM, hingga komunitas-komunitas lokal yang memiliki semangat belajar luar biasa. Faktanya, literasi digital perlahan sudah jadi bagian dari perjalanan hidup saya. Bukan sekadar topik yang saya pelajari atau saya samp...